Jakarta, TVPUBLIKA.COM – Koordinator aksi Mochamad Faisal di depan kantor TV One mengatakan kami melihat pemberitaan di TV One sudah tidak sesuai dengan UU Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Melihat pemberitaan-pemberitaan yang di tayangkan di TV One sangat berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat, seperti pemberitaan Virus Corona yang berlebihan sehingga menciptakan rasa ketakutan di tengah – tengah masyarakat yang menghambat aktivitas masyarakat,”teriak Mochamad, Selasa, (28/01)

Massa dari kalangan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli NKRI, diperkirakan diikuti ratusan mahasiswa dan masyarakat yang berasal dari Jabodetabek dan luar Jabodetabek, membawa berbagai macam poster, spanduk dan mobil komando.Massa aksi juga membakar ban bekas.

“Seharusnya TV One memberikan solusi juga memberikan informasi edukasi sehingga masyarakat lebih tenang dan nyaman dalam melakukan aktifitas sehari-hari,”jelas Mochamad, disela-sela aksi.

Terkait pemberitaan Sunda Empire dan Kerajaan sejagat juga terkesan berlebihan yang justru mewujudkan cita-cita mereka untuk dikenal di masyarakat.

“Kami menduga bahwa TV One dalam memberitakan pemberitaan lebih mengutamakan kepentingan ekonomis, dan adanya campur tangan juga kepentingan pihak ketiga dalam pemberitaan di TV ONE, “Ujarnya.

Massa juga meminta kepada TV ONE untuk tidak berlebihan dalam memberitakan pemberitaan yang tidak bermanfaat dan mencerdaskan masyarakat sesuai dengan UU PERS nomor 40 dan kode etik jurnalistik.

“Apabila TV One masih memberitakan pemberitaan tersebut secara berlebihan kami akan melakukan aksi kembali dengan masa yang lebih banyak lagi dan akan menuntut ke Dewan PERS juga KPI, “Tegas Mochamad